angin menitiki embun
saat hujan tak basahi jiwamu
fajar telah pergi berlayar
bersama ombak yang gegap
petir sekekali menyambar aura hujan
mengejut ruh yang kian mangu
kau bangun dalam kegilaan
meneriaki jendela yang terbuka
silau menjemput matamu
memangu dalam riak mulutmu
sejenak bisu hari ini
tak keluarkan melodi sunyi
rintik-rintik atap
meratapi bayang-bayang gelap
malam kemaren yang tanpa fajar
di dua pulau yang beda musim
aku dan kau mengikat harap
pada seutas tali yang hampir putus
oktober 2012

0 komentar:
Posting Komentar