Pages

Selasa, 16 Oktober 2012

“Kemerdekaan yang usang”

Karya yong mara

Sejarah usangku tak lagi di ingat anak cucu disini bumi pertiwi katanya
Penuh dengan rempah-rempah dan minyak bumi yang melimpah tetapi hanya sebagai pekerja saja

Orang asing masuk keindonesia disanjung –sanjung masuk media
Walau berbahasa Indonesia masih patah-patah
Coba orang Indonesia datang kesana
Bak jadi budak dan cacian saja
Karena tak mampu berbahasa mereka

Apa yang harusku ceritakan pada cucuku
Tentang zamanku …bila dia bertanya
Apakah kita sudah merdeka kek..?
Tetapi kenapa mereka tidur dibawah jembatan kek..?
Kenapa mereka dijalanan kek?
Apa seperti itu merdeka kek.?

Kakek ku bercerita
Dulu ditempat kita ini ada pahlawan kita yang menembakki
Pesawat Negara penjajah yang jatuhnya tepat dibandara udara kita
Simpang tiga
Lalu aku bertanya apakah pesawat yang bergantung itu kek..?
Bukan cucuku
Itu pesawat yang kita beli
Lalu mana pesawatnya kek
Entahlah cucuku
Mungkin sudah menjadi sampah.

Yang tidak pernah masuk media masa hingga sejarah dunia
Apa memang ada ataukah kakekku yang berdusta tentang sejarah ini.
Semoga saja kemerdekaan bukan nyanyian yang hanya
Syarat saja untuk mengenang.

mahasiswa universitas lancang kuning jurusan sastra Indonesia


0 komentar:

Posting Komentar